Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Kisah Sukses KRPL Desa Soahuku (KOMIK)

Dinamika OPT di Maluku

No images

Highlight

banner
banner7
banner9

Digital Online

Statistik

Anggota : 38
Konten : 252
Jumlah Kunjungan Konten : 195010
Pendampingan SL-PTT Padi Dan Jagung 2011 Di Provinsi Maluku PDF Cetak E-mail
Oleh J.B. Alfons   
Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) merupakan pendekatan paling efektif dalam dukungan program percepatan peningkatan produksi padi nasional. Kekuatan pendekatan SL-PTT selain terletak pada fungsinya sebagai pusat belajar pengambilan keputusan para petani/kelompok tani, tempat tukar menukar informasi dan pengalaman lapangan juga menjadi sarana pembinaan manajemen kelompok dan pendamping teknologi bagi kawasan lainnya.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) memiliki peran sangat strategis dalam mendukung SL-PTT ini, BPTP tidak saja merupakan sumber inovasi teknologi bagi petani, akan tetapi sekaligus sebagai narasumber dan pendampingan teknologi di lapangan. Pendampingan oleh BPTP bertujuan agar teknologi Badan Litbang Pertanian dapat diterapkan secara optimal dalam SL-PTT, sehingga pelaksanaan SL-PTT lebih berkualitas dalam mendukung pencapaian tujuan dan sasaran peningkatan produksi padi nasional. Sasaran pendampingan teknologi pada > 60 % total unit SL-PTT padi dan jagung pada tahun 2011 di Provinsi Maluku berturut-turut sebanyak 264 unit padi sawah, 100 unit padi ladang, dan 24 unit jagung hibrida. Target sasaran peningkatan produktivitas pada lahan SL-PT untuk padi 0,5 – 1,0 t/ha dan jagung 2,5 t/ha. Sedangkan pada LL, untuk padi 1-1,5 t/ha dan jagung 3 t/ha. Diharapkan petani dan jagung di 8 (delapan) Kabupaten di Maluku memahami dan menerapkan SL-PTT secara baik dan sesuai petunjuk.

BPTP Maluku sejak tahun 2009 telah mendampingi SL-PTT padi di 6 (enam ) Kabupaten, yaitu terdiri atas SL-PTT padi sawah (Kabupaten Buru, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, dan Seram Bagian Timur) dan SL-PTT padi gogo (Kabupaten Maluku Tenggara dan Maluku Tenggara Barat). Mengingat Provinsi Maluku merupakan Provinsi Kepulauan dimana aksesbilitasnya belum lancar (melalui udara, laut dan darat), dilain pihak minimnya dana sehingga pendampingan SL-PTT padi dan jagung tahun 2011 oleh BPTP terbatas pada 6 (enam) Kabupaten dari 8 (delapan) kabupaten yang melaksanakan program SL-PTT (padi dan jagung).

Pendampingan SL-PTT tahun 2011 oleh BPTP Maluku di enam kabupaten meliputi (1) SL-PTT padi sawah di empat kabupaten (Buru, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur); (2) SL-PTT padi gogo di satu kabupaten (Maluku Tenggara Barat); dan (3) SL-PTT jagung di tiga kabupaten (Buru Selatan, Kota Tual dan Maluku Barat Daya).

Pendampingan SL-PTT oleh BPTP Maluku dilakukan dalam bentuk : 1. Koordinasi, sosialisasi, dan sinkronisasi dengan instansi terkait baik di tingkat pusat, provinsi maupun tingkat kabupaten; 2. Demfarm model PTT, dilakukan pada padi sawah seluas 3 ha di setiap kabupaten dan tersebar di empat kabupaten (Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat dan Buru);  3. Dispaly/Uji Adaptasi Varietas Unggul Baru, meliputi padi sawah empat kabuoaten (Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat dan Buru), padi ladang satu kabupaten (Maluku Tenggara Barat), dan jagung tiga kabupaten (Buru Selatan, Kota Tual, dan Maluku Barat Daya); 4. Penyebaran inovasi teknologi PTT melalui leaflet dan brosur; 5. Pelatihan/Narasumber, berpartisipasi sebagai narasumber baik pada pelatihan PL-II di tingkat provinsi, PL-III di tingkat kabupaten maupun petani pelaksana SL-PTT di tingkat kecamatan/desa; 6. Temu lapang, dilakukan menjelang panen baik pada lokasi demfarm maupun pada lokasi display/uji adaptasi VUB dengan melibatkan petani peserta maupun non pesera SL-PTT.

Demfarm inovasi PTT padi sawah dengan komponen teknologi terdiri atas penggunaan VUB bermutu, pengolahan tanah sempurna, sistem tanam pindah dan cara tanam legowo 4:1, jerami dibenamkan, pemupukan berimbang spesifik lokasi (pupuk P dan K berdasarkan PUTS dan pupuk N berdasarkan BWD), pengairan berselang, dan pengendalian OPT berdasarkan pemantauan. Produktivitas yang diperoleh Inpari 1 (8.44 – 8.70 t/ha GKP), Inpari 10 (5.96 – 9,93 t/ha GKP), Cibogo (7,39 – 8.40 t/ha GKP), Conde (6.00 t/ha GKP) atau rata-rata produktivitas 7,55 t/ha atau terjadi peningkatan sebesar 1,99 t/ha dibandingkan dengan varietas eksisting IR 64 (5,56 t/ha).

Display/Uji Adaptasi VUB padi sawah dengan penerapan model PTT dilakukan terhadap tujuh VUB (Inpari 3, Inpari 6, Inpari 7, Inpari 9, Inpari 10, Inpari 13, dan Conde) memberikan hasil GKP sebagai berikut; Inpari 3 (6.00 – 6.44 t/ha GKP); Inpari 6 (5.26 – 8.15 t/ha GKP); Inpari 7 (6.50 – 6.77 t/ha GKP); Inpari 9 (4.96 – 8.44 t/ha GKP); Inpari 10 (6.30 – 8.43 t/ha GKP); Inpari 13 (6.99 – 8.00 t/ha GKP)[ dan Conde (6.52 -6.96 t/ha GKP) atau rata-rata produktivitas meningkat 0,66 t - 1,99 t/ha dibandingkan dengan varietas pembanding IR 64 (5.56 t/ha GKP). Sedangkan display/uji adaptasi VUB jagung, satu kabupaten telah dipanen, dua kabupaten lainnya dipanen bulan Januari 2012. Terdapat lima varietas unggul baru jagung yang diuji yaitu Srikandi Putih, Srikandi Kuning, Lagaligo, Lamuru, dan Sukmaraga yang diaplikasi sesuai moel PTT memberikan hasil pipilan kering sebagai berikut; Srikandi Putih (2,36 t/ha); Srikandi Kuning (3,18 t/ha); Lagaligo (2,45 t/ha); Sukmaraga (3,09 t/ha); Lamuru (3,24 t/ha) atau produktivitas meningkat sebesar 0,44 t – 1,32 t/ha dibandingkan dengan varietas lokal Kuning (1,67 t/ha).

Pelatihan teknis inovasi teknologi dilakukan baik di tingkat provinsi (PL II) maupun tingkat kabupaten (PL III). Materi pelatihan Pemandu Lapang (PL II) di tingkat provinsi meliputi (1) Prinsip dasar SL-PTT (padi, jagung, dan kedelai), (2) pemupukan spesifik lokasi, dan (3) sistem dan cara tanam Legowo dengan jumlah peserta 36 orang berasal dari penyuluh pendamping, koordinator penyuluh, dan PPK kabupaten/Kota. Materi pelatihan Pemandu Lapang (PL III), meliputi (1) teknologi pembuatan pupuk organik dengan aktivator Promi, (2) teknologi produksi benih bermutu (padi dan jagung), (3) teknologi PTT (padi dan jagung), (4) penggunaan PUTS/PUTK dan BWD, dan (5) Sistem dan cara tanam Legowo dengan total jumlah peserta 1.065 orang terdiri atas penyuluh pendamping, Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POTP), Pengawas Benih Tanaman (PBT), Petani LL, dan peserta PL II.

Materi diseminasi berupa informasi media cetak, terdiri atas; (1) Leaflet dengan judul Teknologi Pembuatan Pupuk Organik Jerami Padi dengan Ativator Promi, 225 eksemplar dan Teknologi Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi, 225 eksemplar, (2) Brosur yaitu Juknis PTT Padi Sawah (225 eksemplar) dengan 12 teknologi inovatif, (3) Juknis PTT Padi Gogo (100 eksemplar) dengan 9 teknologi inovatif, dan (4) Juknis PTT Jagung (125 eksemplar) dengan 11 teknologi inovatif.

Dokumentasi Kegiatan SL- PTT Padi dan Jagung di Maluku



1. Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Jerami Padi dengan Aktivator Promi




2. Penampilan Pertumbuhan Beberapa VUB Padi Sawah di Kab. Buru dan Maluku Tengah.




3. Penampilan Pertumbuhan Beberapa VUB Jagung di Kota Tual



4. Kegiatan Temu Lapang SL-PTT Padi Sawah di Kab. Maluku Tengah dan Buru
LAST_UPDATED2
 

Helena Tarumaselly

Joomla Templates by JoomlaVision.com