Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Kisah Sukses KRPL Desa Soahuku (KOMIK)

Dinamika OPT di Maluku

No images

Highlight

banner
banner7
banner9

Digital Online

Statistik

Anggota : 38
Konten : 252
Jumlah Kunjungan Konten : 194916



Pengaruh Iklim Terhadap Pertanian PDF Cetak E-mail
Oleh Sheny Kaihatu   
Minggu, 05 Februari 2012 00:00
Iklim merupakan salah satu komponen ekosistim dan factor produksi yang sangat dinamik dan sulit untuk dikendalikan. Bahkan, iklim/cuaca sering menjadi factor pembatas produksi pertanian, karena sifatnya yang dinamis, beragam dan terbuka. Agar dapat berguna dalam bidang pertanian, diperlukan pemahamannya yang lebih dalam terhadap karakteristik iklim.

Pengaruh kegagalan panen, bangkrutnya petani dan harga pangan yang makin meningkat dapat menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi. Semakin rawannya ketahanan pangan di Indonesia, merupakan akibat semakin menurunnya luas lahan pertanian dan akibatnya tidak akan dapat meningkatkan produkstivitas lahan. Artinya upaya-upaya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian sudah tidak ekonomis lagi. Untuk itu, peningkatan kebutuhan terhadap produksi pertanian menuntut perlunnya penggunaan sumberdaya pertanian terutama lahan dan air secara optimal. Selain tanah, ketersediaan air dan beberapa unsure iklim turut mempangaruhi produktivitas pertanian.

Pendekatan yang paling efektif untuk pemanfaatan sumberdaya iklim adalah menyesuaikan system usahatani dan paket teknologi dengan kondisi iklim setempat.

Peranan Iklim Bagi Tanaman Padi
Hasil akhir proses fotosintesis dan berbagai fisiologi lainnya tanaman padi adalah pertumbuhan dan produksi. Fotosintesis merupakan awal kehidupan tanaman yang dasarnya adalah proses fisiologi dan fisika dengan mengkoversi energy surya (matahari) dalam bentuk gelombang elektromagnetik menjadi energi kimia dalam bentuk karbohidrat. Selain radiasi surya proses fotosintesis bulir padi sangat ditentukan oleh ketersediaan air, konsentrasi CO2 dan suhu udara. Sedangkan proses respirasi dan beberapa proses metabolisme tanaman secara nyata dipengaruhi oleh suhu udara dan beberapa unsur iklim lainnya, sedangkan proses transpirasi tanaman sangat ditentukan oleh ketersediaan air tanah (kelembaban udara), radiasi matahari, kelembaban nisbi dan angin.

Selain proses metabolisme, proses pembungaan, pengisian biji dan pematangan biji atau buah tanaman padi sangat dipangaruhi juga oleh radiasi surya (intensitas dan lama penyinaran), suhu udara, kelembaban nisbi dan juga angin. Karena itu, produktivitas mutu hasil tanaman padi yang banyak ditentukan pada fase pengisian dan pematangan biji atau buah, sangat dipengaruhi oleh berbagai unsure iklim dan cuaca, terutama radiasi matahari dan suhu udara.

Pemanfaatan Informasi Iklim Dalam Budidaya Padi
Informasi iklim sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi potensi dan daya dukung wilayah untuk penetapan srategi dan arah kebijakan pengembangan wilayah, seperti pola tanam, (IP 200 padi-padi-palawija) dan IP 300 (padi-padi-padi), cara pengairan (intermiten), pemwilayahan agroekologi dan komoditi. Pemwilayahan komoditi pertanian dapat disusun berdasarkan agroklimat, karena masing-masing tanaman mempunyai syarat tumbuh tertentu untuk dapat menghasilkan produksi yang maksimal. Kesesuaian iklim yang diperlukan untuk tanaman berproduksi maksimal, memungkinkan suatu wilayah untuk dapat dikembangkan menjadi pusat produksi suatu komoditas pertanian.

Keadaan iklim (cuaca) pada periode tertentu sangat menentukan pola tanam, varietas, teknologi usahatani, pertumbuhan, produksi tanaman, serangan hama/penyakit. Contoh, system usahatani lahan kering pada padi gogo, berbagai unsur iklim terutama pola dan distribusi curah hujan sangat berpengaruh terhadap produksi.

Efektivitas dan efesiensi pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman padi sawah juga sangat ditentukan curah hujan, suhu udara dan kelembaban. Pengendalian hama terpadu (PHT) dengan menggunakan musu alami bisa dilakukan berdasarkan pengetahuan tentang iklim dan cuaca. Faktor cuaca, suhu, curah hujan, kelembaban dan factor lain dapat mempengaruhi cara dan keberhasilan pengendalian hama penyakit, baik yang dilakukan secara kimia, hayati maupun kultur teknis.

Informasi Iklim dan Pengembangan Agribisnis
Pengaruh iklim sangat nyata dan beresiko pada bidang pertanian melalui dampak kekeringan, kebasahan atau banjir, suhu tinggi, suhu rendah atau “ frost”, angin, kelembaban tinggi dan lain-lain yang dapat mengakibatkan rendahnya hasil baik secara kuantitas maupun kualitas, juga tidak ketidakstabilan produksi secara nasional.

Dalam pembangunan pertanian yang bertujuan untuk optimalisasi dan efesiensi sumberdaya pertanian dibutuhkan suatu sistem pertanian preskriptif (preskriptif farming). Sistem preskriptif adalah sistem usaha pertanian yang sesuai (produktivitas tinggi dan efisien) dengan potensi sumberdaya, faktor sosial ekonomi dan kelembagaan (makarim, sirman dan sarlan, 1999). Dalam sitem pertanian preskriptif dibutuhkan informasi yang lengkap dan handal seluruh komponen dan sub komponen dalam system produksi, termasuk iklim ( Bell and Doberman, 1997 dalam Surmaini, 2000). Berbeda dengan komponen produksi lain peluang untuk memanipalisi factor iklim sangat kecil, sulit diduga tetapi sangat menentukan produktivitas tanaman. Oleh sebab itu, informasi iklim sangat strategis dan menjadi pertimbangan yang lebih dini dalam pengembangan pertanian preskriptif tersebut.

Konsep budidaya tanaman padi tangguh yang antara lain dicirikan oleh system agribisnis adalah budidaya yang mampu menghasilkan produksi secara optimal, mantap (stabil) dan berkalanjutan yang secara ekonomi menguntungkan serta mampu melestarikan sumberdaya dan lingkungan. Oleh sebab itu, analsis resiko iklim tidak hanya ditujukan memproteksi tanaman dari deraan iklim, tetapi juga memproteksi atau mengkoservasi sumberdaya lahan secara efektif dan antisipatif.  
LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Helena Tarumaselly

Joomla Templates by JoomlaVision.com